MENIKMATI PUISI KE TUJUH
RAMADAN YANG SELALU PUASA sebab kamulah Ramadan yang selalu puasa sampai hujan tak mengatakan, tidak! Kemayoran, 2018 ----- Ramadan Yang Selalu Puasa adalah puisi ke tujuh dari 9 Puisi Di Atas Tisu yang dimuat dalam antologi Sedekah Puisi (Penebar Media Pustaka, Yogyakarta). Bersyukurlah bagi pencinta puisi yang berharap senang-senang dan mendapat berkah dari puisi ini. Sebab selain puisinya memang sangat pendek, atau dalam istilah lain bisa disebut puisi singkat, sebagaimana layaknya pada semua puisi tidak ada yang mewajibkan anda untuk hafal, cukup dinikmati selintas. Ambil asyiknya. Ambil gairahnya. Kalau di atas bangku pekarangan rumah, kita bisa mengetuk-ngetuk bangku sambil menyenandungkan seasyiknya. Sekenanya. Semau rasa indah. Sehingga sudah menikmati irama dasar musikalisasi, besenandung diiringi ketukan. Gaya mengetuk meja, podium atau kursi ini dulu sering dipakai oleh penyair Hamid Jabar. Kalau penyair Ayi Kurnia Iskadar dari Wanayasa, biasa menepuk-nepuk pahanya se...