HIDUP RAMADAN (3)
hidup ini zakat membaca fitrah diri yang telah lahir tanpa daya dan upaya Dari puisi Hidup Ramadan Buku Tadarus Puisi - Penebar Media Pustaka - Yogyakarta ---- Pada awal berproses kreatif, terutama pada usia SMA, saya bertemu dengan dua bentuk penyajian puisi. Pertama sangat fokus pada bahasa yang indah dengan pilihan kata dan gaya bahasa yang selain difikirkan mendalam, kadang memasuki wilayah-wilayah yang agak 'njelimet'. Bukan tanpa alasan, sensasi puisi sebagai pola yang halal dari sebuah eksplorasi, juga meupakan daya tawar yang logis agar pembaca tiba-tiba dihadapkan pada 'sesuatu', yang khas, baru, menarik, memukau, bahkan bersifat misteri. Di sisi lain, kita juga perlu menggunakan bahasa yang sederhana. Selain demi kenyamanan pembaca umum, juga untuk memberi penekanan bahwa maksud-maksud di dalam puisi, meskipun kompleks dan ambigu, jauh lebih utama daripada sekadar mengakali kata dan kalimatnya agar menonjol atau rumit dengan argumentasi sedang ber-susa...