Postingan

Menampilkan postingan dengan label renungan jumat

PENYAIR JUMAT

Gambar
TARIAN SYAIR PENYAIR langit dan bumi persegi empat penyair dalam rumahnya tubuh singkong dalam tanah  matanya garuda angkasa ditepuk-tepuk kedua pahanya berirama apa saja bersaksi apa saja mengabarkan apa saja menyadarkan apa saja  membangkitkan apa saja telanjangnya bergerak hati kadang tenang, sangat tenang kadang riuh, liar dan terbakar dari mulutnya kata-kata lepas dari jemarinya kalimat-kalimat menguasai seluruh alamat beranjak ke atas kotak merah,  kotak putih, kotak kuning, kotak hijau, dan semuanya suara-suara dari pahanya  terus menuntut kekuatan  melecut dirinya  bahkan malaikat menambahi kerasnya hingga cemeti langit halilintar  telinganya tajam merekam tragedi sawah ladang runtuhnya kota-kota bahkan kuburan yang hancur  dan mesjid yang dicuri kiblatnya Kemayoran, Jumat, 21 12 2018 ------ Kalau kita bicara manusia Jumat, tentu yang dimaksud adalah manusia yang hidupnya dijiwai oleh pemahaman atas nilai-n...

JUMAT PEMBANGUNAN

Gambar
MAYORITAS VS MAYORITAS baik, baik, kau pergi sana!  meninggalkanku dengan kalimat, "Mayoritas yang memaksakan kehendak" padahal kau mayoritas baru yang buru-buru  ingin berlalu tanpa diketahui bangunan mayoritasmu gerombolan semu rapuh  sementara mayoritasku cuma bilang, punya kebebasan konstitusional sama  dengan semua yang kau sebut minoritas tapi mesti, punya keuntungan suara juga pengaruh pembangunan Kemayoran, 14122018 #PuisiPendekIndonesia ------- Tahukah anda bahwa sesungguhnya, jika di suatu negri terdapat dua partai besar di tengah partai-partai kecil dan baru, yang saling berhadapan dalam kepentingan politik atau rencana pembangunan era ke depan, maka sesungguhnya kita tengah menyaksikan dua partai besar yang menonjol. Bisa kita sebut juga, Mayoritas vs Mayoritas. Sungguhpun dalilnya, yang lebih banyak anggotanya, meskipun plus 1 orang (+1), lebih berhak mengklaim diri sebagai mayoritas, tetapi faktanya, keduanya adalah kekuatan mayoritas ...

MANUSIA DAN ALAM SEMESTA

Gambar
ALAM MEMBACA KITA waktu Dimas Kinjeng Merah sajak yang meluncur sampai ke langit terbuka: "kinjeng itu kyai kanjeng ngapung wangi  bunga-bunga berjalan di atas air mempesona" aku telah melompati pilihan-pilihan sambil memahami dan menghindari kesalahan-kesalahan selalu dibikin sadar, alam membaca kita Kemayoran, 06122018 *) Kinjeng = Capung #PuisiPendekIndonesia ------ Besok jumat yang bersih, tentu saja. Dan ini berbeda dari biasanya. Tulisan yang bernada renungan Jumat saya tulis sehari sebelumnya. Padahal biasanya selalu selesai di tengah-tengah menikmati Jumat yang teduh, meskipun mataharinya sedang terik. Sejak kecil saya memang dekat dengan alam, mungkin juga anda. Saya dekat dengan perkebunan kopi, kebun-kebun petani, persawahan, jalan tanah, tepian hutan dan sungai yang panjang, berkelok dan berair terjun. Ternyata setelah seseorang menjadi dewasa, dan semakin dewasa, berkeluarga dan dituakan, semua peristiwa alam itu memberikan kenang-kenangan. Mem...