PAK TOYO GURU
MENDUNG KAMPUNGMU ini mendung dan rindu membatu lalu kutulis surat dan nanti kuberikan padamu sekali ini aku harus melawan telpon yang tak bisa mewakili gemetarku saat menyerahkannya ke tanganmu lalu menunggu reaksimu sebab telah kudatangi kampungmu yang jauh melingkar-lingkar lalu kusimpan mendung untuk menjadi berkah hujan lalu kupastikan kamu mengerti mencintaimu juga mencintai negara dan kampungmu kutulis di surat itu, "Bulan ini kita nikah". Kemayoran, 08112018 #puisipendekindonesia -------- Saya awali tulisan ini dengan mengatakan bahwa puisi di kepala tulisan ini tidak sama persis dengan bagian kisah pernikahan yang akan saya uraikan. Kalau bersinggungan, iya. Sebab pernikahanlah yang telah menginspirasi puisi tersebut. Selanjutnya seperti judulnya, saya mau 'memanfaatkan' cerita Soetoyo Madio Saputro. Bapak saya yang lahir di Bogor tahun 1932, tetapi dari keturunan Jawa. Banyumas. Yang kelak beristrikan ibu saya, Ustajah Siti Djalaliyah kel...