Postingan

Menampilkan postingan dengan label islam nusantara

POSISI PUISI DAN ISLAM NUSANTARA

Gambar
MENEMUI PUISI menemui puisi pada jejak kaki nabi kalimat yang tercecer tidak percuma kita menjadi pemungut hikmah yang bijaksana segala harum naik segenap cinta terbuka kalimat pada daun rimbun kita seperti bermain-main sekitar taman berseluncur pada sulur-sulur hijau yang menjuntai dari langit  hati Kemayoran, 20112018 ------ Bulan November, 2016 saya pernah membuat tulisan status di media sosial facebook, begini: POLITIK DAN PUISI? Sederhananya, puisi itu, kalaupun tidak indah karena 'permainan' bahasanya, setidaknya bernilai indah karena nilai kemanusiaannya.  Ukuran kemungkinan dimuat koran, diperdengarkan di radio, atau diterbitkan pada sebuah buku, adalah satu jalan menemui kualitas. Mencapai pengalaman universal kemanusiaan, bukan kecenderungan pribadi, menjadi pertimbangan keumumannya. Melahirkan puisi, kecerdasan yang bijak sangat dipertaruhkan. Kecuali kalau sebatas teriakan dipanggung tanpa kontrol yang terdengar seperti puisi. Rugi kalau kita ...