JUMATAN, BUKU PERTUNJUKAN DAN BUKU MOMEN
KAMU SETELAH MENANAM menunggu saja menunggu-nunggu angin Kemayoran, 05072019 #nalikan #puisipendek3252 #puisipendekindonesia ----- Kalau saya nonton pertunjukan teater sejak tahun 1994, paling senang setelah membeli karcis selalu mendapat Buku Pertunjukan sebelum masuk gedung. Bagi saya buku promosi atau buku momen itu tidak cuma memberi semacam 'kata pengantar pertunjukan', tetapi sebagai jurnalis radio juga berfungsi sebagai tambahan bahan informasi selain yang tersaji di panggung. Bahkan berkali-kali di acara Apresiasi Seni di radio saya sampaikan, Buku Pertunjukan serupa itu tidak cuma pelangkap pertunjukan pada suatu ketika, tetapi tak ubahnya buku senibudaya pada umumnya, sebagai buku bacaan yang layak didokumentasikan. Bisa berumur panjang di rak perpustakaan meskipun seringkali ketebalannya tak lebih dari 20 halaman. Itupun masih saya tambahi pakai argumentasi 'skak mat'. Pertunjukkan teater pada suatu ketika, meskipun belum atau tidak ada pengulanga...