Postingan

Puisi BISIKAN MALAIKAT PEMILU Karya Gilang Teguh Pambudi

Gambar
Senyum serius dikit, Bro & Sis BISIKAN MALAIKAT PEMILU sebab detikmu zikir lima waktumu sujud dan menengadahkan tangan kebutuhan khususmu menjadi manusia kepada siapa saja lumpuh bahkan mati tanpa itu kamu bukan cuma tubuh perempuan tapi sesungguhnya manusia bahkan saat kuremas jemari tanganmu menetes deras madu surgamu dan saat kukecup bibirmu Malaikat PEMILU berbisik, "Lanjutkan dua periode". Kemayoran, 28 11 2018 ______ Dari buku antologi puisi, JALAK (Jakarta Dalam Karung), penerbit J-Maestro Bandung, 2018, karya Gilang Teguh Pambudi.  Puisi ini memang dibuat sebelum Presiden Jokowi masuk ke periode kedua melalui PEMILU April 2019, ketika santer istilah itu. Istilah "lanjutkan (ke) dua periode" itu muncul dengan doa baik, setelah sukses di periode pertama, lanjutkan sukses dengan mengakhiri periode kedua. Pola yang sama seperti ketika presiden SBY juga pernah mengakhiri periode keduanya. Tapi puisi ini puisi religius yang sangat kuat pesan humanis-universaln...

DINDING PUISI 175

Gambar
DINDING PUISI 175 Saya orang yang percaya kepada puasa dan doa. Itu sebabnya untuk satu puisi di antologi terbaru 2020 ini saya tidak bisa melewatkan satu persyaratan khusus. Saya harus melaksanakan sholat sunah mutlak dua rokaat dulu sebelum menulisnya. Dan alhamdulillah, akhirnya lancar menulisnya.  Pada saat-saat lain saya sering mengumpulkan energi puasa dan sholat saya, ketika menumpahkan kata-kata puisi. Meskipun untuk suatu puisi yang nampak sederhana dan lugas dari sisi bahasa sekalipun. Tapi menggetarkan dari kedalamannya. Sebab saya yakin, seorang hamba yang baik di dalam sholat subuhnya tidak mungkin berdoa, "Ya, Allah selamatkan saya selama melaksanakan sholat subuh ini". Pasti ia minta keselamatan untuk seumur hidup, sampai akhir hayat, melalui sholat subuhnya itu. Itulah yang saya maksud, suka saya panggil semua energinya sebelum menulis puisi.  Tidak perlulah cara-cara ini hanya sekedar untuk memberi kesan sufistik, atau biar disebut-sebut penyair ustad atau pe...

DINDING PUISI 256

Gambar
DINDING PUISI 256 Sebenarnya dimulai dari hal biasa. Setiap panitia lomba menulis puisi pasti akan menyiapkan dua tahap. Tahap awal adalah penyeleksian karya berikut persyaratan yang telah diumumkan. Ini belum mencakup penilaian kualitas karya. Baru sebatas katagori usia peserta, panjang karya, jumlah karya, pemberian judul, titimangsa, penggunaan model huruf dan besar kecilnya, dll.  Lalu timbul pertanyaan siapakah yang harus menyeleksi kesesuaian tema pada setiap karya yang masuk? Sebab karya yang masuk bisa sangat banyak jumlahnya, apalagi untuk skala nasional, apalagi di era email atau media sosial, pengiriman karya semakin mudah dan praktis walaupun di tengah kesibukan atau sambil tidur-tiduran. Di sinilah kemudian sebagian panitia terpaksa melakukan seleksi karya atas dasar kelayakan sebuah puisi dan kesesuaian tema. Sehingga dewan juri diharapkan akan bekerja jauh lebih mudah dan cepat. Tetapi ada yang menyebut, sesungguhnya ini sudah masuk tahap penjurian pertama, sebab per...

DINDING PUISI 255

Gambar
DINDING PUISI 255 Mengapa keris atau pusaka-pusaka lainnya selain tajam juga dibuat indah dengan bentuk dan beragam ukirannya? Selain itu pada gagang dan serangkanya ditambahi berbagai penghias yang nampak lebih berkesan berwibawa. Mengapa, Bro and Sis? Sebab puisipun sesungguhnya tajam, melalui proses pengasahan yang tidak semena-mena. Lalu seperti pusaka, dibilas, dimandikan dan diwangikan. Dan bacalah, kata-katanya terukir indah. Sementara temanya selalu mengabarkan indahnya hidup dalam keadilan dan kedamaian.  Kadang masih ada yang terkesiap dengan perbandingan ini. Puisi-puisi yang meledak-ledak dengan kata-kata lugas yang demonstratif disebut-sebut sangat keras seperti kampak, pedang, tombak atau mata panah. Sangat berani, pemberani, bahkan ada yang dianggap kelewat berani. Tetapi begitu seseorang diam-diam mendalam bersama ingin tahunya, mengendap-endap membuka simpul rahasia pada puisi yang semisal angin lembut, gemercik air, kuncup bunga mekar, atau keheningan sajadah, ia ...

DINDING PUISI 254

Gambar
DINDING PUISI 254  Saya setuju atas konsistensi penyair dalam jihad kepenyairannya. Seorang pencinta puisi yang hebat, dia bisa asyik dalam segala cara pada puisi. Berjuang. Itu berkah dunia sastra, masih bagian dari sukses literasi. Selain aktif berkomunitas sastra ia bahkan suka menulis puisi dan beberapa karyanya telah diterbitkan. Bisa bertahan 2, 5 bahkan 10 tahun. Tetapi seorang penyair akan berkomunikasi dan berargumentasi menggunakan puisi sepanjang hayatnya. Ketika firman Tuhan sudah nyaman di situ. Di manakah posisi penyair bagi kalimat suci yang bercahaya, kalam langit yang membumi, firman-firman Allah? Benar, seperti sebuah perjanjian, sesungguhnya peristiwa penerimaan. Penyair adalah pihak yang membenarkan dan menyebarkan. Mengamalkannya.  Penyair dan kepenyairannya sebenarnya mudah terdeteksi pada saat ia berkomunikasi dan berargumentasi. Bisa dibuktikan. Tidak usah ditebak-tebak tanpa alasan yang tepat, tanpa menemui argumentasinya. Janganlah kita dibuat hambar ...

DINDING PUISI 253

Gambar
DINDING PUISI 253 Dalam lomba cipta atau lomba baca puisi seringkali panitia-panitia menyertakan juara favorit. Jumlahnya bisa satu orang, tiga orang, bahkan lebih. Untuk yang mengumumkan 10 puisi atau 10 pembaca puisi terbaik, bisa jadi juara favoritnya 4 kalau juara utamanya 6 orang, bisa juga 7 orang kalau pemenang utamanya cuma 3 orang. Formasi itu masih bisa berubah jika ada juara kembar, misalnya juara duanya ada dua orang.  Juara favotit adalah orang-orang atau karya terpilih yang menang di luar penentuan juara lomba yang utama. Bisa disebut juara tambahan karena bersifat melengkapi juara yang sudah diputuskan Dewan Juri, tetapi bisa disebut juga juara khusus atau spesial karena menang dari sudut penilaian yang lain semisal paling disukai penonton atau paling disukai sponsor, atau disebut juara katagori khusus semisal berpenampilan terbaik, paling menyesuaikan diri dengan tema kegiatan, atau tampil paling ekspresif.  Siapakah yang berhak menentukan juara favorit itu? Te...

DINDING PUISI 252

Gambar
DINDING PUISI 252 Pada catatan sebelumnya kita sudah membahas sekilas mengenai nama-nama penyair dan sejumlah karyanya yang sudah bekerja dan dipekerjakan oleh juri dan panitia lomba melalui mekanisme penentuan nominasi, juara lomba, dan peserta favorit. Hal ini sangat terasa menonjol karena sejumlah nama lain yang tidak lolos dan karyanya tidak akan disebut-sebut, tidak akan dipublikasikan atau diterbitkan, istilahnya langsung masuk laci meja panitia. Itu sebabnya panitia juga harus hati-hati kalau masih ada yang menggunakan kalimat penegas, termasuk dalam lomba seni apapun, karya yang diiirim menjadi milik panitia. Sebab bisa diartikan penulis tidak bisa memperlakukannya sebagai miliknya lagi. Kecuali kalau di masa lalu, sebelum era digital, yang dimiliki panitia adalah naskah tertulis yang diterimanya. Sedangkan soal karya, itu hak penulis.  Fenomena lain terjadi pada kerja puisi saat Lomba Baca Puisi. Baik lomba baca saja maupun lomba tulis dan baca. Di sini ada momen puisi dan...