1. PUISI PENDEK INDONESIA GILANG TEGUH PAMBUDI
#PuisiPendekIndonesia
DARI AYO
dari Mei
ayo Mei
-----
PEMBANGUNAN
"jangan kau korbankan
keringat kemanusiaan
berteriak-teriak beban
menangis-nangis harapan
sementara kecelakaan
kau sebut pembangunan"
-----
KAU PUISI
maka jadilah kau puisi
dan biarkan aku membacanya
-----
ALLAH TIDAK BERSALAH
keindahan api, kelembutan besi, dan melodi bising, masih menemui hati yang terpilih
-----
SETELAH KALIMATNYA
lalu
aku
datang
-----
SANG PEMBUNUH
burung hitam
tengah malam
tenggelam
membunuh kegelapan
-----
MEMPESONA
bahkan
tarian punggung burung hitam
selamanya mempesoana
-----
JIKA KAU IHLAS BERTANYA
YANG MENJAWAB ADALAH DIRIMU
alamu
alammu
Jumat, April, 2017
------
MUHAMMAD & PUISI
kalau masa lalu
kau anggap kematian
maka kematian milik puisimu
kematian pula Namamu
alangkah bengisnya kamu
menolak Muhammad di situ
-----
INI MESJID
mesjid damaiku
memetik hening 24 jam
wangi nabi
-----
MUFAKAT JAHAT
wahai kalian
yang mengaku kelompok terbanyak
jangan mencuri huruf alif
untuk kalian sembunyikan
-----
WIS JAN
minggu pagi
abis beres-beres
minum kopi
bola nimpuk kepala
-----
KESAKSIAN BESI
tidak jauh dari besi ini
19 April kamu di situ
-----
DI HARI HUJAN
pada akun sosial
di hari hujan meninggalnya
aku kedinginan
mengirim permintaan
pertemanan
memohon konfimasi
-----
SELALU CERITA
hangat gurun
anak-anak cinta
dan Muhammad
-----
JANTAN RINDUMU
pada batu
sebagai batu
aku menunggu
-----
MINGGU ALLAH
ngerti Al-Qur'an
ngamalin Sunah Nabi SAW
percaya kalimat ulama yang lurus
-----
7 NESTAPA
sombong kosong
melupakan
sendal jepit keramat
-----
melihat Raja Arab
yang katanya kayaraya
mudah-mudahan
aku tidak seperti
para perempuan di dapur
yang sedang memasak,
yang lupa jarinya teriris-iris
-----
KEPADA YANG SALAH MASUK SORGA
awas
gak bisa
keluar lagi
pintunya nutup
sendiri
-----
TEGUH
sungguh-sungguhlah
supaya kujang
-----
dan tatapanmu
utara paling selatan
dendam jantan
nafsu paling rindu
-----
MELEWATI AMBANG ASAR
padahal puisiku bukan angka
puisiku kemenangan
-----
KETETAPAN WAKTU
ketika orang berdalil dengan kitab suci, wajib jarum jam berputar ke kanan depan, waktu malah sedang memutar jarum jam dinding ke kiri belakang untuk menepatkan diri dengan ketepatan.
-----
PERSEGI KA'BAHKU
Menemui
Persegi empat
Ka'bahku
Kau
Menemuimu
-----
DI ATAS AIR
dia memintal tasbih
mengelus bahu perahu
menengadah langit Allah
-----
AMINMU
pagi ini aminmu begini
aku begini aminmu Hanafi
aku begini aminmu Syafi'i
aku begini aminmu Maliki
aku begini aminmu Hambali
kulihat nama belakangku Pambudi
-----
KITA CUMA
kita cuma hadir
cuma berbuat
cuma ada
Kristian, cuma cinta
-----
AMBIL SAJA
ambil sundamu dariku
ambil jawamu dariku
ambil manadomu dariku
ambil jakartamu dariku
kalau merasa lebih berkuasa
-----
BUKAN
satu kedip saja
meninggalkan puisi
maka bersaksilah,
kau bukan penyair yang kucari
-----
DIMAS KINJENG MERAH
kinjeng
itu
kyai kanjeng
ngapung wangi
bunga-bunga
berjalan di atas air
mempesona
-----
APAKAH KAU GURUNYA?
lihat anak-anak kita
berebut tahu
dan sebagian mati tidak tahu
------
AKU MASIH PUISI
Manua, ketika
Manado-mu lampu yang mekar
di seluruh sudut taman
Jakarta. Aku masih puisi.
-----
HARGA
tak ada libur untuk kuli
-----
KOPI WALI
kau takut menjadi kuli
kecuali setelah wali
-----
HARUM LAKI-LAKI
kupikuli
beban seharum
kopi kuli
-----
MABUK KOPI
segelas plastik kopi kuli
di dunia besi dan batu
tak membuat otot laki-laki
mengingati tubuh perempuan
-----
ENGKAULAH IA
menutuplah karena
dan bersama dia
maka engkaulah ia
muliamu yang diutus
dan pertobatan yang tak putus
-----
KAMAR LAKI-LAKI
kaubilang aku diperkosa
lalu dikawin paksa
dan tak punya daya lagi
mengendalikan rahasia
padahal aku laki-laki
yang memberinya mahkota
dan bunga
Jakarta, Desember 2016
-----
PUISIKU SEDANG BEKERJA
ketika bunga
terbit pada kuncupnya
puisiku sedang bekerja
tak bisa kau ganggu
wangi mahkota
memilih wanita
Jakarta, Desember, 2016
-----
312
Terasa sekali kita seindonesia
Terasa sekali hidup ini seperti cuma nonton bola
Terasa sekali Tuhan punya cinta dan Maha Mesra
Terasa sekali ada degdegan paling perwira
Hidup NKRI
Hidup BHINEKA TUNGGAL IKA
-----
SUPERMOON
makin besar
makin terang
-----
WAKTU BERCINTA
kirim bunga cintamu
kemari
akan kupintal
menjadi lembaran baja
atau nyanyianmu
menjadi keringat matahari
di hari sibuk kerja
-----
ALASAN BERKICAU
kudengar kicau burung
yang mengingatkan
yang menghibur
yang memberi tanda
yang membuat terkesima
-----
TUBUH SEDUNIA
tulang baik
aku sekali
------
DAUN BESI
kegaduhan di kamar daun
merindingkan kuncup hijau padaku
menjadi tumbuh yang risau
meletup kata-kata matahari
------
DI BALIK KERUDUNG
sudah kuhanyutkan
bunga yang kugenggam
di kali belakang rumahmu
yang sepi
-----
TRIMAKASIH
gak usah jemput
aku sudah sampai
-----
cannadrama.blogspot.com
Komentar
Posting Komentar