6. PUISI PENDEK INDONESIA GILANG TEGUH PAMBUDI

ANAK MANUSIA

anak-anak. 
bukan
anak-anak

-----

JALAN LURUS

lurus-lurus saja
tapi bukan kacamata kuda
bukan pula masuk tol keluar lol

-----

HIDUP

air mata
mata air

-----

KEBAHAGIAAN

kalaupun bukan kyai
banggaku muazin

-----

ANAK KANDUNG

apakah puisimu
anak kandung?

-----

BIDADARI SORGA 2

merasalah ustad atau kyai
yang menyebut istrimu pelacur juga
yang dibeli nafkah dan mas kawin
sementara bidadari sorga menjauhi
racun tubuhmu

-----

BIDADARI SORGA 1

bahkan bidadari sorga
berjilbab
atau telanjang di langitnya

-----

YANG TELAH SELESAI

kebangkitan
ahir zaman
yang membenarkan ini
pembalasan

-----

PAGI

lalu
siapa
Isa-mu?

-----

INDONESIA

bulat bola dunia

------ 

TEATER

suara bayang
maksud di balik tubuhmu
suara efek
pesan yang sampai kepada yang tak melihatmu

-----

TRADISI

kematian siapa
kembang tujuh rupa

----- 

PERJALANAN

matikan api
bukan cahaya

-----

ANAK HALAL

anak sayembara
dibutuhkan kehidupan
anak manusia
menemui rahim ibunya

-----

LANGIT MANUSIA

langit kemanusiaanmu
cinta
mengapa bumi tubuhmu
lupa

-----

OK JAKARTA HUJAN

Jadi ingat waktu gerimis tipis
Langit memotret situasi
Pejalan kaki sangat hati-hati
Penampilannya simpel, nyaman dan seksi

-----

KARAKTER BLUNDER

anak manusia
anak manusia
tujuh turunan tetap manusia
tapi kau tak tahu
bagaimana cara melihatnya?
anak syetan
anak iblis
tujuh turunan bingung kaupahami!
-----

KERAMAT 2

tak salah
tulisan matahari
tak bengkok
sajak bulan
-----

MENCARI PUISI

banjir bandang
sunami
longsor
di mana puisimu?
pembunuhan-pembunuhan
tawuran
miras
narkoba
korupsi

-----

JAWARA

beladiri di layar tv
silat dalam puisi
mencetak jawara
seperti ninja warior
seperti super hero
melompati langit
menembus bumi
terjebak dalam rimba rintangan

----- 

LANGIT MANUSIA 2

hanya manusia
yang memanusiakan
manusia

-----

DUA PENARI

ada yang memilih tragedi-tragedi
Ve, kau lihat penari-penari
yang setia menulis puisi?

-----

BAB API TAK BERCAHAYA

api syetan
satu-satunya api
yang tidak menerangi
(bagaimana mungkin menyala?)
lebih rendah dari sinar matahari
apalagi cahaya langit

-----

NAMAKU JALAK

jika seekor jalak mati tua di sangkar
tanpa sempat diberi nama
makanan dan minuman yang masih penuh di situ menyebut,
ia mati sempurna
daripada para manusia pelaku kriminal dan pembunuh

-----

INGKAR SUNAH

aneh
kau tolak
kelahiranmu

-----

BAB TERANG CAHAYA

takutlah
jika api syetan menyala
tubuh kita bahan bakarnya
(sampai hangus sampai habis)

tetapi jika cahaya Allah yang menerangi
dari jiwa-raga kita datangnya
(nama pun bercahaya selamanya)

------  

DUNIA TANPA MANUSIA

pada detik api syetan membakar
(tak ada nyala
apalagi cahaya)
kau hangus
kematian
(duniamu tanpa manusia)

-----

KEPADA YANG TAK PERNAH SEMBUH

sesak
sakit yang dalam
itu karena
dunia semakin rusak
yang diatasnamakan
prikemanusiaan
yang sebenarnya cinta
ditikam mati

-----

SURAT WASIAT DI PUNCAK BUKIT

pada saatnya kau akan tahu
surat wasiat di puncak bukit itu
tentang kebohongan-kebohongan kotamu

-----

TAHUN RANDU

sebelah mana randu kampungmu?
benarkah di lembar daun sebelah dalam
tertulis pergantian tahun?
sehingga kita tak bisa melupakan
satu sakit pun

-----

SELAMAT

hijrah januari
obor muharomku
masih menyala

-----

KEMBALI KE JAKARTA

bertahun-tahun kupinjam
untuk menjaga Indonesia

-----

DARI RUANG DEKLARASI

jangan sombong
orang jahat
sebentar lagi menang!

-----

MEMBANGUN CANDI

kalau aku
Syailendra
akan kubangun
sebuah candi

-----

KEYAKINAN

aku yakin
Isa yang datang

-----

LOGIKA IMAN

lima waktu
yang
duapuluh empat jam itu
tidak dicuri matahari
waktu haram sujud

-----

RENDRA KEDUA

jadilah kau Rendra kedua
kalau tidak akan pernah berhasil
jangan bunuh diri!

------

MAULID

namamu
namaku
yang kubenarkan
karena aku yang dijanjikan
telah datang

-----

CATATAN KECIL DI DALAM LACI

aku Musa
tidak memusuhi Fir'aun
untuk tiga hari

-----

MASIH UNTUK AGUSTUS

Hatta adalah Indonesia
kemerdekaan tanah airnya
meski hidup di negri penjajah
sampai nyiur memanggilnya

------

KEMANUSIAAN

Memetik bulan menjadi rindu
Merajut matahari mempersembahkan cinta
Menanam laut sedalam hati
Mengintip kemana pergi malaikat langit

-----

Rendra mengabarkan kesaksian
Chairil bikin perlawanan dan perkawanan
Rumi mengurai ketertutupan fikiran
Iqbal membawa puisi kepada pembangunan
Penghianat menguntit sebagai bayang-bayang

-----

IKET ALIF

kitalah tema kesaksian
lukisan-lukisan tumbuh
teori-teori kejatuhan
syair dan lagu kematian

-----

SELALU BEGITU DARI DULU

kau selalu bertanya
mengapa kita saksikan
pesta-pesta terakhir
yang memilukan?
tentu,
karena keadilan selalu setia
dengan kemenangannya

-----

DARI BACAANMU

bukankah kau pernah dengar
anak laki-laki yang dibunuh
kecuali yang mau diperempuankan?

-----

Gilang Teguh Pambudi

cannadrama.blogspot.com


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERLU GAK HARI AYAH? Catatan lalu.

TEU HONCEWANG

Chairil, Sabung Ayam, dan Generasi Berlagak ABG