22. ORANG RADIO INDONESIA 0211-0220
0211
TERJEBAK
(tips untuk orang radio sukses)
ini terasa terlalu sering saya angkat, tetapi kalau inspiratif kenapa tidak? Buah pertemuan yang berkualitas. Saat itu ada seminar enterpreneur di TMII. Acaranya besok pagi tetapi saya, Demas Korompis, Witarsa Watarman dan pak Dadi AR tiba di Jakarta sorenya. Mesti bermalam di kantor PRSSNI Pusat. Tiba-tiba Demas Korompis membuat usul, kita ngobrol dengan Ebiet saja. Saya setuju. Kami pun ke rumah penyanyi terkenal itu.
satu pertanyaan lama kumunculkan malam itu, "Apa benar merasa meninggalkan kepenyairan dan bangga disebut penyanyi yang puitis?" Tentu bersamaan dengan itu tumpah banyak tanya jawab. Lebih kurang Ebiet menjawab, "Dalam hidup ini kalau mau terjebak (terjerumus/tersesat), terjebaklah di tempat yang mulia. Saya merasakan itu. Asalnya penyair, lalu terjebak menjadi penulis syair untuk dinyanyikan. Maka dikenallah sebagai penyanyi dengan ciri khusus itu".
menarik bukan? Terjebak di tempat yang indah, atau terbuang ke syurga yang nikmat?
Ini bagian dari konsistensi (istikomah) hidup. Melulu di jalan kebaikan. Sebab kejahatan atau keburukan adalah kematian. Yang menghidupkan hidup adalah kemuliaan. Sebab penjahat dalam satu geng pun selalu curiga dan ingin saling tikam. Menjadi orang radio, selain kesengajaan bisa juga keterjebakan yang dicari dan direstui tuhan.
SALAM PROFESIONAL!
(Gilang Teguh Pambudi)
-----
0211 b
KUIS
(tips untuk orang radio sukses)
sebuah radio yang karena negosiasi promosi bisa mendatangkan program kuis, apalagi bersambung dari tahun ke I ke tahun ke II dst tentu sebuah radio yang berhasil. Karena kepercayaan sponsor bisa menurun untuk penyelenggaraan kuis jika animo audien tidak progresif.
enak gak enak saya pernah mengalami program kuis dua radio berbeda. Kita all out saja bikin sukses. Mulai dari animo peserta, jumlah peserta, sampai ke pemetaan peserta di seluruh titik kabupaten. Hasilnya enak gak enak. Do tahun berikutnya sponsor memutuskan 100% pasang kuis di radio saya dan tidak melanjutkan kuis di radio teman saya. Padahal tidak ada kalimat miring untuk radio kompetitor itu. Cukup menyodorkan data saja.
kuis adalah ketajaman promosi, hiburan, sekaligus rejeki buat masyarakat. Bayangkan, untuk kuis mengumpulkan cangkang kopi, misalnya. Cangkang yang tadinya dibuang-buang bisa dikumpulkan untuk berharap dapat hadiah kuis. Meskipun tidak mungkin jadi andalan penghasilan. Namanya juga hiburan dan kejutan.
Tapi kalau dalam setahun pemenang kuisnya, mulai dari yang hadiah hiburan sampai yang uang jutaan, atau speda motor total jumlahnya bisa mencapai ribuan orang kan semarak hiburannya, semarak promosinya, dan tidak sedikit yang beruntung.
SALAM PROFESIONAL!
(Gilang Teguh Pambudi)
-----
0212
DATA KUIS
(tips untuk orang radio sukses)
apa yang bisa kita lakukan di depan data ribuan peserta kuis di layar komputer lengkap dengan KTP berkarung-karung?
saya telah mengintruksikan kepada karyawan di radio tempat saya kerja agar data itu menjadi peta pemetaan pendengar aktif radio, sekaligus contac person di tiap titik kelurahan/kampung tertentu jika kita membutuhkannya untuk kepentingan sponsor maupun kegiatan-kegiatan radio.
komputerisasi data kuis sangatlah mudah meskipun peserta kuis mencapai puluhan ribu orang. Tinggal pandai-pandai saja membuat label laporan.
maka di dalam setiap amplop, peserta kuis sebaiknya menyertakan data diri secara jelas, termasuk nomor teleponnya. Tentu data ini tidak sama dengan data kependudukan, tetapi mencerminkan seluruh wilayah sejangkau siar. Lebih dari satu kabupaten.
SALAM PROFESIONAL!
( gilang teguh pambudi )
-----
0213
GUNA DATA
(tips untuk orang radio sukses)
survey kualias dan jangkauan siaran dan survey untuk kepentingan pemrograman bisa efektif dan efisien dilakukan juga dengan cara kunjungan langsung kepada perorangan pendengar radio yang ada di database. Dan data peserta kuis tentu sangat membantu.
sebenarnya data kuis telepon pun bisa dipergunakan, asalkan ketika on air dilakukan pencatatan data secara detil, atau pada saat pengambilan hadiah. Tetapi tahukah anda, ada bedanya data telepon dan data amplop. Kalau data telepon lebih sedikit jumlahnya, hanya mengandalkan kemudahan peserta yang bertelepon, dan lebih didominasi peserta di lingkungan yang lebih dekat meskipun ada juga peserta dari jauh. Sedangkan data amplop banyak yang berasal dari pelosok-pelosok.
data amplop itu akan lebih menyebar jika sejak awal sudah diadakan program promosi yang proporsional dan mobilisasi langsung untuk keikutsertaan di seluruh titik. Model program mobilisasi ini juga pernah saya lakukan ketika bersama POLRES Purwakarta mengadakan Relly Ribuan Sepeda Motor. Maka segenap crew pun mengunjungi seluruh titik pangkalan ojek dan seluruh titik kelompok pemuda dari berbagai organisasi/komunitas.
SALAM PROFESIONAL!
(gilang Teguh Pambudi)
-----
0214
MESKIPUN
(tips untuk orang radio sukses)
belajar atau menilik hal radio tidak boleh sepotong-sepotong. Ini pun penyakit yang mereduksi posisi dan makna besar eksistensi dan potensi radio. Sialnya, hal ini banyak dialami oleh orang radio baik yang pemula atau yang senior.
misalnya, dalam hal perbedaan kuis via telepon dan amplop. Konon kuis telepon hanya biasa diikuti pengakses telepon, terutama bagi mereka yang paling dekat dengan titik siar, meskipun tidak sedikit juga yang jarak jauh. Selain itu yang bisa terilibat cuma sedikit.
padahal kuis telepon memiliki keunggulan yang khas. Beberapa diantaranya. Pertama, ada komunikasi langsung berupa hiburan interaksi. Sudah menjadi rahasia umum, interaksi penyiar dan audien adalah hiburan bagi masyarakat, termasuk yang tidak menelpon. Kedua, secara emosional adalah promosi sponsor secara live. Ketiga, secara humanis, sapaan akrab kepada satu penelpon berarti sapaan kepada seluruh pendengar. Ingat, radio itu bersifat dekat dan personal. Dst.
data ini memenangkan orang radio Indonesia untuk tetap memiliki argumentasi yang sama kuat dan sama penting antara kuis amplop dan kuis telepon.
SALAM PROFESIONAL!
(gilang Teguh Pambudi)
-----
0215
MOBILISASI AMPLOP
(tips untuk orang radio sukses)
ada kesombongan email yang menemui karma-nya. Email atau surat elektronik yang katanya canggih itu ternyata tidak bisa mengirim ribuan amplop lengkap dengan bukti otentik cangkang produk yang dimasukkan ke dalam amplop. Padahal itu gambaran kasar penjualan produk di pasar-pasar lokal.
maka kuis amplop dengan segenap strategi bahkan mobilisasinya penting di-create secara proporsional.
satu contoh mobilisasi amplop itu, termasuk satu dari sekian cara yang pernah kami lakukan. Kami berkunjung dor to dor. Dari warung ke warung. Menanyakan apakah mereka punya cangkang produk tertentu yang disimpan? Kalau ada, kami bilang jangan dibuang, ikutkan kuis. Bisa dikirim kemudian, bisa juga kami angkut sekalian saat survey itu.
Kalau mereka tidak punya cangkang produk yang disimpan, padahal biasa membeli dan mengkonsumsi isinya setiap hari. Kami punya solusi. Kami bawakan produknya saat itu juga dengan harga promosi atau harga grosir. Ambil isinya dan masukkan amplop cangkangnya. Praktis! Bisa mengejar tanggal pembukaan kuis yang mendesak. Sampai-sampai crew berseloroh, pantas saja semua kelurahan dan kampung-kampung bisa ada perwakilannya tanpa terlewat.
SALAM PRIFESIONAL!
(gilang Teguh pambudi?)
-----
0216
AMPLOP RADIO
(Tips Untuk Orang Radio Sukses)
Kita sudah bicara soal mobilisasi amplop. Mobilisasi melalui beragam promo sampai kegiatan jemput bola ke kantong-kantong masyarakat yang menjual dan mengkonsumsi produk sponsor. Tentu program jemput bola ini punya nilai plus, kedekatan radio dengan masyarakat, kedekatan produk/sponsor dengan masyarakat, presentasi hal-hal yang layak diketahui masyarakat, serta memberi kemudahan keikutsertaan masyarakat dalam acara kuis.
Adapun amplop-amplop yang dikirim audience ke radio tidak semuanya via pos. Bahkan sebagian besar dikirim langsung ke alamat radio. Kenapa?
Seperti yang sudah kita mafhumi, radio adalah media publik yang memiliki banyak ciri khas. Punya warna, bentuk dan sisi kecerdasan emosional yang khas. Maka pengiriman amplop kuis secara langsung setidaknya menunjukkan dua hal. Pertama, masyarakat menganggap bahwa dapur siaran radio begitu sangat dekat, sangat akrab. Kedua, mengunjungi radio yang mengiklankan produk yang didagangkannya, atau yang dikonsumsinya, akan terasa sebagai silaturahmi yang pas bagi aktifitas dan gaya hidup masyarakat.
Bahkan dari sudut silaturahmi, apalagi bagi masyarakat yang sering berkunjung ke radio, menang kuis atau tidak, itu tidak terlalu penting. Ada istilah, menunggu menang kuis tentu tidak sama dengan rutinitas mengumpulkan laba jualan.
SALAM PROFESIONAL!
(Gilang Teguh Pambudi)
-----
0217
PUISI SMS, PUISI PENDEK
(Tips Untuk Orang Radio Sukses)
Komputerisasi radio marak jelang tahun 2000-an. Saya sudah baca sajak di radio sejak tahun 1991. Tahun 2005 saya siaran di Radio Trend FM. Tentu merasa sebagai Tim Program karena beberapa acara saya yang mengajukan kepada pimpinan radio. Satu diantaranya adalah, Galeri Seni Trend FM. Semua prinsip dan jenis seni bisa dibahas di acara ini. Tak terlewatkan membaca puisi yang dikirim via surat atau sms.
Kepada pendengar saya bilang, "Manfaatkanlah fasilitas SMS untuk mengirimkan puisi-puisi pendek. Nanti saya bacakan". Begitulah.
Menurut saya, di dunia radio, itu adalah bagian dari sejarah Puisi Pendek Indonesia. Disebut juga Puisi SMS. Kelak hal ini penting dibahas dalam perjalanan sastra Indonesia. Karena di bawah tahun 2000 radio masih sepi dari komputerisasi, apalagi spesial mengadakan acara Apresiasi Seni. Dianggap tidak komersil. Padahal bagian dari fungsi edukatif-rekreatif-informaif dunia radio. Tinggal difariasikan di dalam konsep multi-acara.
Tetapi dalam bentuk karya tulis (via surat), puisi pendek saya sebut-sebut di radio sejak tahun 1991. Mulai dari Radio Menara FM.
Salam Profesional!
(Gilang Teguh Pambudi)
-----
0218
PAYUNG MANA PAYUNG?
(Tips Untuk Orang Radio Sukses)
Masih mengikuti catatan saya si grup Orang Radio Indonesia? Gak perlu mencibir karena ini hanya coretan di jejaring sosial FB. Kan yang penting isi maksudnya. Biar saja yang jatuh karena cuma bisa iseng di FB, itu karma dia. Kita bisa manfaatkan FB untuk hal baik.
Gini. Pernahkan ada kena marah yang sangat bisa dimaklum karena bersifat normal, dari sponsor program radio, baik on air maupun off air? Saya pernah.
Waktu itu saya koordinator semarak gerak jalan santai. Ribuan pesertanya. Wajar kalau hadiahnya puluhan juta. Nah dalam hal persiapan pembagian hadiah itu saya sempat SMS sponsor. Namanya juga jualan. Saya bilang, nanti pas pembagian doorprize payung, akan ada aksi buka payung bersama untuk kebutuhan promosi dan foto promo. Kontan disambut antusias.
Acarapun sukses berat. Pengibar bendera startnya bupati Lili Hambali. Panggung hiburanya semarak. Urutan pembagian hadiahnya rapih. Promo radio, pendaftaran, mobilisasi masyarakat, perizinan, keamanan, lokasi strategis, rute menjual, umbul-umbul, baliho, spanduk, OB-van, dll sukses. Eh, sial, pas pada bagian sesi kecil yang saya gagas, buka payung bersama itu, gagal karena masyarakat berdesak-desakan tak terkendali. Kontan seusai acara saya dipanggil pihak sponsor, mereka kecewa karena sudah menyiapkan kamera untuk sesi itu. Saya menyesal menjadi sutradara yang tidak sukses di bagian satu kerikil kecil itu. Tapi itu malah mendekatkan kami dengan sponsor. Secara keseluruhan acara itu dianggap berhasil.
Salam profesional!
(Gilang Teguh Pambudi)
-----
0219
RADIO POLIGAMI
(Tips Untuk Orang Radio Sukses)
Saya pernah berada di 8 radio. Pada sebagian radio itu, ada acara yang memungkinkan pendengar bertanya kepada saya soal poligami, atau setidaknya ada ruang bagi saya secara tematis untuk menyampaikannya: Poligami dapat menyelesaikan problem sosial. Meskipun ketika saya menikahi wanita Bandung asal Manado, Wihelmina, kami sepakat di awal, insya Allah tidak akan ada poligami.
Karena jawaban saya, pasti, poligami itu halal dan solusi bagi mereka yang bisa merealisasikannya sebagai 'solusi halal' dalam kontek keluarga sakinah mawadah wa rohmah, maka sudah bisa dipastikan radio saya itu adalah radio poligami. Mengapa? Karena teori saya tidak dimatikan di radio itu. Apalagi teori saya itu sekaligus penjelasan, tidak halal berpoligami untuk tujuan yang tidak halal, dan poligami bukan solusi bagi yang tidak bisa menyelesaikannya sebagai solusi.
Tapi tahukah anda, bahwa saya pun pernah diberhentikan dengan hormat tetapi tiba-tiba dari jabatan PROGRAMMER radio dengan alasan telah melakukan siaran dengan tema poligami dan tema hubungan intim suami istri sebagai solusi keharmonisan, sehingga ada komplain masyarakat (LSM) ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Katanya begitu, saya tidak sempat menelusurinya.
Tapi sungguh menyedihkan keputusan itu buat seumur hidup siapapun yang mengalaminya. Tidak mendidik masyarakat sama sekali. Tapi begitulah tantangan profesional.
Salam Profesional.
(Gilang Teguh Pambudi)
------
0220
DUA BERBEDA
(Tips Untuk Orang Radio Sukses)
Suatu ketika ada sebuah pertunjukan. Panggung pop dan dangdut. Beberapa artisnya seksi dan mempertunjukkan goyang pinggul yang mendesirkan rasa. Ketika ditanya soal hal itu, seorang direktur menjawab, "Bagi kami yang penting uang. Selagi masyarakat senang, pertunjukkan apapun bisa kami beri". Ia mendeskripsikan yang lebih dari itu. Sementara ketua panitianya menjelaskan, "Eksotisitas panggung yang diterima masyarakat, yang halal menurut Allah, bagi kami adalah pekerjaan yang diberkahi"
Dari dua penjelasan itu, pihak pertama jelas berdosa, menanggung karmanya, sedangkan pihak kedua mendapat pahala.
Lalu bagaimana dengan penontonnya? Sebagian penonton berkata, "Jangan sok suci, jangan bawa-bawa Allah, nonton erotisitas goyang pinggul itu menyenangkan". Sementara sebagian penonton lain berargumen, "Hiburan yang baik dan diberkahi Allah itu aman untuk lahir batin penonton".
Dua pendapat penonton itu jelas jauh beda, bumi langit. Yang pertama berdosa, menanggung karmanya, sedangkan yang kedua berpahala. Begitulah tantangan orang radio, baik on air maupun off air. Harus menjawab: apa argumentasi benar dan mulianya? Harus dijawab dulu. Karena itu pengarah untuk Seksi Acara dan MC.
Salam Profesional!
(Gilang Teguh Pambudi)
Cannadrama.blogspot.Com
--------------------------------------------
Komentar
Posting Komentar