BOLA PRESIDEN SAMPAI ISU BOLA UNTUK PILPRES
312
Terasa sekali kita seindonesia
Terasa sekali hidup ini seperti cuma nonton bola
Terasa sekali Tuhan punya cinta dan Maha Mesra
Terasa sekali ada degdegan paling perwira
Hidup NKRI
Hidup BHINEKA TUNGGAL IKA
Kemayoran, 03122016
-----
INDONESIA
bulat bola dunia
Kemayoran, 2010-2017
#puisipendekindonesia
-----
Kalau saya berempatik atau sebagai pendukung PSMS Medan, saya pasti bilang, kekalahan 1-4 dari PERSIJA di partai semi final leg pertama memang bikin getir. Tetapi kalau melihat progresifitas PSMS, dari Liga Dua lolos ke Liga Satu, Lalu di Piala Presiden 2018 kali ini telah berhasil menumbangkan musuhnya di Liga Dua, Persebaya Surabaya, sehingga masuk babak semi final, adalah sesuatu yang luar biasa.
Sehingga seperti halnya pernyataan AREMANIA atau BOBOTOH PERSIB, yang penting tim kesayangannya tetap eksis di kancah persepakbolaan nasional, tidak hilang, tetap berkekuatan promosi daerah, maka setidaknya hari ini (10-02-2018) kondisi PSMS pun masih di atas angin, malah bisa dibilang sedang naik daun kembali.
Di sinilah yang kita soroti sebagai ruang pendewasaan multi pihak. Baik pihak penonton setia, tim pelatih dan pengurus, maupun para pemain. Bahkan buat PSSI untuk konsisten membina tim dan masyarakat bola.
Sementara buat PERSIJA JAKARTA, kemenangan telak 1-4 dari PSMS MEDAN, sekaligus menempatkan Marco Simic yang mencetak hattrick sebagai top score sementara, ini adalah momen fantastis. Tim Macan Kemayoran yang masuk papan atas dalam Liga Indonesia tahun 2017 lalu, kalaupun tidak menjuarai perhelatan Piala Presiden kali ini, setidaknya butuh memperlihatkan konsistensinya sebagai tim elit dari Jakarta.
Secara prestasi tetap bagus. Secara nama baik, tetap populer. Apalagi kalau peluangnya yang besar untuk menjuarai Piala Presiden bisa benar-benar diwujudkan THE JAK.
Saya sendiri merasa, ketika tahun lalu membaca aura yang besar pada PERSIB BANDUNG di babak semi final, hingga akhirnya jadi juara. Maka pada tahun ini aura ini sesungguhnya milik PERSIJA. Tetapi benarkah PERSIJA bisa berbuat seperti PERSIB di Piala Presiden tahun lalu? Tentu masih butuh pembuktian awal. Sebab semifinal leg kedua melawan PSMS MEDAN juga belum dilaksanakan.
Justru ini yang menarik. Ngaji bola itu paling seru sesungguhnya ada di dua waktu. Yaitu sebelum dua tim bertarung, dan setelah dua tim bertarung. Tetapi dengan adanya leg satu dan leg dua, otomatis ngaji bolanya seakan belum kelar, kecuali setelah leg dua tunai.
Atau bisa dibilang, berakhirnya leg pertama dengan kemenangan telak PERSIJA JAKARTA, ibarat cerita menggantung. Cerita bersambung yang menungu nomor berikutnya, nomor penutup.
Sekali ini, kita disuguhi novel koran atau majalah, yang bersambung itu, berupa pertunjukan TV, atau pertunjukan lapangan. Maka bagi masyarakat Nusantara yang telah lama berjuang memenangkan LITERASI, mestinya hal-hal begini disikapi pula sebagai peristiwa yang mencerahkan. Tidak cuma sekedar adu bola yang kadang penuh emosi untuk menang. Lupa bahwa prestasi itu tidak harus selalu di posisi juara.
Dalam bahasa novel, novel terbaik pada satu event itu cuma satu. Novel best seller dalam suatu angka penjualan yang fantastis tertentu juga cuma satu-satunya. Lalu apakah novel-novel lain yang inspiratif dan disukai pembaca itu buruk? Begitu pula di dunia bola.
Lalu, apa suporter dari tim bola yang kalah pantas ngamuk? Tentu sama sekali tidak pantas! Bukankah dalam keadaan kalah pun kebanggaannya masih besar dan terjaga?
Satu hal juga mau saya sampaikam di akhir tulisan ini. 2018 dan 2019 adalah TAHUN POLITIK. Ada Pilkada dan Pilpres. Maka sebutan atau nama PIALA PRESIDEN tahun ini mau tidak mau pasti bekonotasi positif bagi Presiden Jokowi, yang juga biasa saya sebut Presiden Bola Indonesia. Sebab tahun 2019 sudah dipastikan dia nyalon presiden lagi. Maka otomatis segala sepakterjang pembangunannya akan terus disoroti. Keberhasilannya akan dipuji-puji. Termasuk keberhasilan Piala Presidennya.
Ini wajar. Sebab, meskipun tiap presiden bisa menggelar Piala Presiden, tetapi mata masyarakat tidak akan buta dari sebutan MOMEN BOLA SIAPA?
Merdeka!
-----
WIS JAN
minggu pagi
abis beres-beres
minum kopi
bola nimpuk kepala
Kemayoran, 2011-2017
-----
Gilang Teguh Pambudi
Cannadrama.blogspot.com
Cannadrama@gmail.com
Komentar
Posting Komentar