KESAKTIAN BOLA GARUDA
HENING BOLA
bukan cuma suara gemuruh
dan stadiun bergetar
nasionalisme juga hening bola
ketika bertanya,
"Keagungan apa
yang telah kamu persembahkan
dari sebuah kekalahan
dari sebuah permainan
yang menyenangkan
sekaligus menegangkan?"
Kemayoran, 01102018
#PuisiPendekIndonesia
------
Tahukah anda, di mana kesaktian Timnas Garuda saat berlaga di Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2018? Ya, benar! Ketika Timnas Garuda tetap menjadi kebanggaan bangsa Indonesia, tidak cuma kebanggaan para pencinta sepakbola saja. Sebab para pemain, tim pelatih, serta suporternya adalah representasi seluruh bangsa Indonesia tanpa kecuali. Apalagi mayoritas bangsa ini memang pencinta sepakbola. Gila bola.
Yang artinya, sebelum laga vital semisal Timnas Garuda Muda vs Australia, di babak perempat final AFCCup-U16, 01102018, sesungguhnya mereka sudah memunjukkan kesaktiannya lebih dulu. Tidak mungkin tidak. Apalagi kalau bisa menang, makin lengkaplah bumbu sedap kesaktian itu. Pasti dielu-elukan luarbiasa. Apalagi dalam laga vital kali ini, jika menang Timnas akan langsung lolos ke Piala Dunia U-17 di Peru tahun depan, bersama tiga tim Asia lainnya.
Mengakhiri babak pertama di Stadiun Bukit Jalil Malaysia yang menjadi lautan merah putih, kita sempat merasa berpeluang besar lolos ke piala dunia, sebab skor sementara 1-0 akibat gol yang tercipta oleh Sutan Zico. Tetapi sayang, harapan itu mulai goyang ketika memasuki babak ke dua Australia mampu menyamakan gol, 1-1. Tetapi semangat Timnas Garuda Muda ini sejak awal babak pertama patut diacungi jempol. Main maksimal meskipun cenderung tertekan. Tidak ketakutan oleh nama besar Australia yang tim seniornya memang lolos di Piala Dunia, 2017, Rusia.
Tetapi apa hendak dikata? Tidak cuma soal bola itu bulat, tetapi kalah menang dalam sepakbola adalah bagian dari kenyataan yang wajib diterima dengan lapang. Setelah tertinggal 1-3, akhirnya Timnas Indonesia hanya bisa mengakhiri laga dengan skor, 2-3. Tentu sebuah hasil yang sangat-sangat mengecewakan. Tetapi di balik itu tetap ada kekuatan, 'kesedihan yang harus dusyukuri'. Motivasi besar bagi timnas berikutnya yang segera akan berjibaku pada laga internasional selanjutnya. Ya, seperti yang sudah diuraikan di awal. Dari dulu, kalah menang Timnas Indonesia, usia berapapun, tetaplah menjadi fokus pemersatu bangsa.
Kita juga tidak bisa menutup mata pada peluang sambung menyambung timnas Indonesia. Setelah menyudahi haru-biru menyaksikan laga U-16 Asia Tenggara, lalu kita segera menyaksikan laga Timnas di Asean Games, lalu disambung laga AFCCup U-16 tingkat Asia, lalu segera menyusul Piala AFF U-23, dan laga-laga lainnya. Artinya, nyawa dan nyali kita masih panjang dan pantang menyerah. Tetap eksis dan bergairah menatap prestasi masa depan.
Untuk itu di akhir kekalahan U-16 di perempat final AFCCup kali ini kita tidak perlu terlalu kecewa, meskipun sesungguhnya tinggal selangkah lagi lolos ke Piala Dunia. Sebab ini juga sudah prestasi sementara yang menggembirakan. Bentuk harum wangi kesaktian Garuda Muda.
Bahkan bertepatan dengan momen 1 Oktober, di depan Timnas kita dari segala kelompok usia, kita harus terus merasa sakti dan membuktikan kesaktian itu. Bermain fairplay dan sportif di lapangan adalah wujud kesaktian Timnas kita. Demikian pula hadirnya Timnas dan suporternya dalam pergumulan manusia internasional mewakili seluruh bangsa Indonesia adalah juga wujud kesaktian itu. Itu juga prestasi.
Di tengah perkabungan laga Liga belakangan ini yang kembali menelan korban meninggal akibat ulah oknum suporter, posisi Timnas juga menjadi penyadar, mengingatkan kita pada kebanggan berbangsa melalui laga-laga sepakbola. Baik di tingkat nasional maupun internasional. Itu eksistensi timnas untuk menunjukkan kesaktian Pancasila namanya.
Kesaktian Pancasila hari ini juga terus kita wujudkan dalam bentuk doa-doa dan berbagai kepedulian kepada para korban bencana gempa di Lombok maupun bencana tsunami di Palu dan Donggala. Meskipun di tengah kesemarakan dukungan sukacita pada Timnas.
Pendeknya, Timnas kita selalu punya misi kebangsaan, misi nasionalisme, dan misi kemanusiaan. Sebab di situlah akan terus terjaga kesaktian Pancasila kita.
Selamat Hari Kesaktian Pancasila!
Maju terus Timnas Indonesia!
Gilang Teguh Pambudi
Cannadrama.blogspot.com
Cannadrama@gmail.com
#TimnasU16
#GarudaMuda
#AfcCupU16
#PSSI
#GNPSIndonesia
#GNPSI-312
Komentar
Posting Komentar